Seni merangkai bunga sudah ada sejak zaman Mesir kuno. Namun, pada saat itu belum ada toko bunga yang secara khusus menjual buket bunga. Di zaman modern ini, ada banyak sekali toko bunga sehingga orang-orang bingung memilih.
Pengertian toko bunga
Toko bunga bisa dipahami sebagai tempat usaha pengecer yang menjual bunga potong serta tanaman hias. Toko bunga pertama kali dibangun sekitar tahun 1800-and di Eropa. Di saat yang sama, makin banyak negara yang menekuni bidang perbungaan ini secara serius.
Di Belanda misalnya, sebuah perguruan tinggi hortikultral pertama didirikan di Naaldwijk pada tahun 1896. Negara-negara lain juga memiliki ciri khas tersendiri dalam merangkai bunga contohnya Jepang dengan ikebana-nya.
Tidak hanya mampu merangkai, toko bunga juga harus mampu menyimpan dan merawat bunga serta mengirimnye ke pembeli dalam kondisi terbaik. Dalam perkembangannya, supermarket, garden store, dan orang-orang di pinggir jalan pun ikut menjual bunga.
Kesalahan yang sering terjadi
Mendapatkan buket bunga yang salah bisa terjadi karena sejumlah alasan.
1. Konsultasi oleh non–expert
Ada kalanya florist atau jasa jual beli bunga tidak paham tentang bunga. Orang-orang ini bisa jadi hanya menerima pesanan saja dan meneruskannya ke florist lokal dekat tempat tinggal Anda. Alhasil, tidak ada penjelasan detail dan bunga yang dikirim tidak sesuai permintaan.
2. Kondisi bunga buruk
Untuk memangkas biaya, para pengecer dan toko bunga besar membeli bunga yang sudah lewat masa mekarnya, tetapi siap dijual cepat (Elisha, 2020). Hal ini berkaitan erat dengan metode perawatan dan penyimpanan yang benar. Akibatnya, bunga segar yang seharusnya tahan satu sampai dua minggu menjadi cepat layu dalam 2-3 hari saja.
3. Harga tidak sesuai
Perlu diketahui bahwa karakteristik setiap bunga berbeda. Beberapa faktor seperti cuaca, suhu, dan persediaan air turut menentukan jumlah persediaan bunga. Jika menemui buket bunga murah, kualitas bunga mungkin sudah menurun drastis ketika dikirim.
Hal ini diperparah dengan florist yang tidak transparan dalam memberi harga. Di samping harga buket bunganya sendiri, biasanya ada tambahan biaya pengiriman, biaya vas, pembungkus bunga, dan lain-lain sehingga harganya meroket.
Antara lokal dan online
Memilih florist yang tepat adalah sebuah dilema, kecuali sudah ada langganan. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara memilih florist yang tepat.
· Toko bunga lokal
Bagi sebagian orang, membeli bunga secara langsung di toko fisik jauh lebih enak. Anda bisa melihat dan menyentuh bunganya sambil bertanya-tanya ke penjualnya. Setidaknya, Anda bisa memastikan bunga yang dipilih benar dan dibungkus dengan rapi.
· Membeli bunga secara online
Sibuk? Atau malas ke luar rumah? Kemajuan teknologi memang mempermudah akses ke berbagai hal termasuk membeli bunga. Ketik kata “Toko Bunga” atau “flower delivery” dan Anda akan menemukan berbagai rujukan florist yang siap dipilih.
Dengan internet, Anda tidak perlu khawatir bunga alamat pengiriman salah. Bandingkan dengan menelepon secara langsung yang terkadang mengakibatkan salah informasi. Anda bisa mengakses florist online kapan pun dan di mana pun.
Mencari jalan tengah
Bagi yang masih galau, apakah solusi yang paling tepat? Jawabannya adalah menggabungkan kedua pilihan di atas. Carilah toko bunga yang melayani secara online, tetapi juga memiliki toko/cabang di berbagai daerah.
Ketika mencari toko bunga secara online, ketik “buket bunga terdekat”. Tujuannya adalah supaya biaya kirimnya lebih terjangkau. Pastikan toko tersebut memiliki toko yang mempunyai persediaan bunga yang cukup dan siap diantar.
Toko bunga yang bagus pasti memberikan bunga berkualitas sesuai harga. Akan lebih baik lagi jika mereka menawarkan banyak pilihan buket bunga yang tidak hanya cantik, tetapi juga unik.

